BerandaNewsIndo Toon ArmyTrip to Geordieland (Djog-Jakarta)

Trip to Geordieland (Djog-Jakarta)

 

Napaktilas 2009

Saat ada postingan di forum IndoToonArmy bahwa tanggal 11 November kemarin ada event Bola Sport Race di Mall Gandaria City, terbersitlah keinginan mengikuti acara tersebut sekalian promosiin kalender buatan sendiri yang kebetulan banyak bertema sepakbola. Apakah yang menyebabkan kenekatan saya menjelajah belantara Jawa hanya untuk jualan kalender di Jakarta? Setidaknya ada 2 jawaban atas pertanyaan tersebut yakni (1) keinginan untuk berpetualang dan refreshing; sekedar info saja dahulu ketika masih kuliah pernah diajak touring naik motor sama teman ke Jawa Timur selama 6 hari serta singgah di beberapa tempat /rumah teman karena waktu itu dilaksanakan saat liburan semester. Adapun tempat yang disinggahi diantaranya Ngawi, Tuban, Gresik, Surabaya, nyeberang  sebentar suramadu tapi 30 menit kemudian balik Surabaya lagi, Malang, Blitar, Kediri, dan setelah naik turun gunung akhirnya nyampai ke Pacitan sebelum akhirnya perjalanan diteruskan kembali ke titik awal Surakarta (ex. Gubernur DKI sekarang pernah menjabat).  Sementara alasan (2) adalah mau mencoba promosi saat perjalanan pulang jikalau kalender tidak habis saat event. Tapi waktu serta tenaga tidak memungkinkan sehingga sisa kalender dibawa pulang lagi dan sebagian dikasih-kasih orang.

Maka dari itulah saya memberanikan diri mengendarai sepeda motor untuk sampai ke Jakarta dan akhirnya ketemu anak-anak ITA yang tetap gokil dan friendly. Keep calm and support Newcastle lads, meskipun saat tulisan ini dibuat NUFC mengalami empat kekalahan beruntun.

 

Nyok ke Jakarta

Sudah jauh hari diputuskan untuk bersepeda ria sehingga himbauan dari orangtua untuk memakai kereta api ataupun bus ga dihiraukan (Sory mother, I Love U) tapi akhirnya kesampaian juga hajatnya. Sempat terkendala uang saku karena modal sudah dipakai buat print kalender tapi akhirnya my grandmother a.k.a nenek bisa bantu pinjemin uang. Ya kalo untuk bensin saja mungkin cukup tapi tidak menghitung kemungkinan jikalau kebocoran ban di jalan, dll.

Jum’at malam sebelum keberangkatan (9 Nov) dicek semua barang yang akan dibawa ke Jakarta ternyata ada yang kelupaan bahwa mas Aryo Bimo, Fauzi Hadi dan Triadi Prastoto pesan custom alias kalender beda ama yang telah dibuat akhirnya sabtu pagi (10 Nov) selesaiin pesanan dulu trus ke Jogja print kalender. Makanya kenapa saya berangkat lewat Weleri, Kendal bukan lewat Kebumen trus Purwokerto adalah karena berangkat dari kota Jogja bukan dari Wates tempat tinggal saya.

Jam 13.15 kalender selesai print dan sempat mikir untuk balik lagi ke barat tapi akhirnya diputuskan lewat Magelang, Temanggung dan menargetkan sebelum maghrib harus nyampe Weleri (baca: pantura) karena saya nggak mau masih berkutat di gunung saat malam hari. (meskipun akhirnya waktu perjalanan pulang mau tidak mau lewat pegunungan juga). Sembari melihat panorama keindahan alam sepanjang perjalanan akhirnya jam 17.00 sampai Weleri sesuai target. Perasaan tenang kalau sudah di Pantura meskipun saingannya banyak kendaraan besar.

Sepanjang malam melakukan perjalanan dengan harapan keesokan harinya sudah bisa sampai TKP untuk pameran/jual kalender di gandaria City. Kota demi kota dilewati dengan diwarnai aroma kehidupan malamnya. Brebes terkenal akan bawangnya sedangkan di daerah Tegal karena dekat laut tercium bau amis. Saya sempat heran kenapa jalur pantura yang lebar masih saja bisa macet ternyata karena banyak proyek pelebaran jalan di beberapa tempat akhirnya diberlakukan sistem buka tutup. Setelah melewati berbagai macam pengalaman malam akhirnya jam 05.00 tibalah saya di Bekasi. Sempat beberapa kali berhenti untuk sekedar ngemil (dibawain telor mateng dari rumah), makan besar di daerah Cirebon (ayam penyet) dan beli peuyeum didaerah Cikampek, serta peregangan otot karena perjalanan panjang benar-benar menguras energi. Hampir mirip seperti Mr Bean jika anda pernah nonton film Holiday yang mana untuk sampai Cannes dia ga istirahat terus mengendarai mobilnya sembari pasang korek api di mata atau menyulut jari di tempat korek pada kabin mobil.

Akhirnya jam 06.30 sudah masuk Jakarta meskipun sempat bingung untuk menemukan Kalimalang waktu di Bekasi (kesasar mau ke Bantargebang). Karena dahulu sempat bekerja di Jakarta dan dipinjemin motor maka sedikit banyak sudah mengetahui seluk-beluk jalan di Jakarta. Tujuan saya pertama-kali adalah MANDI dahulu sebelum ke Gandaria City, akhirnya kuputuskan berkunjung ke Cengkareng kontrakan teman saya. Setelah bersilaturahmi sekedarnya serta numpang mandi, akhirnya berangkatlah saya ke Gandaria City.

 

Sport Race at Gandaria City

Sesampai di Gandaria City, anak ITA pertama yang ditemui adalah Hadinata Sasmita dan temannya (maaf ga hapal,hehe) di basement mall. Mereka berdua seakan nggak percaya kalau saya baru datang dari Jogja. Setelah menelusuri beberapa bagian mall akhirnya kita bertiga sampai di lokasi event dan seperti biasa anak-anak ITA Jakarta sangat friendly dan berasa feels like home. Bang Gele Ajah dengan mug buatannya serta beberapa juragan Jersey serta buku+majalah sudah berderet rapi di meja, tinggal kalender dan sticker yang belum, pikir saya.

Seets..…tak keluarin barang dagangan saya kalender klub sepakbola dan ternyata Om Hamiriza Triwardhana tidak memperbolehkan komoditi selain pernak-pernik NUFC dikarenakan nggak enak sama panitia yang pada gelaran hajatan itu memberi makanan enak. (Loh ga nyambung,,,wkwkwk)! Intinya bisa jualan tapi lewat pintu belakang. Tak pikir-pikir lagi pintu belakang mall ini sebelah mana yah :P eh akhirnya ketemu juga jalan saat seorang madridista ngasih saran untuk menitipkan kalender saya di lapak-lapak klub bersangkutan. Dari 10 jenis kalender selain NUFC yang saya buat tercatat 6 komunitas mau dititipin sementara 4 lainnya tidak bersedia karena mereka menjual produk dari mereka sendiri. Keempat fans club itu adalah Bigreds, Indomanutd, Milanisti, dan Juventini. Sementara kalender laku keras adalah Real Madrid dan Chelsea selain dari komunitas sendiri (Newcastle) tentunya.

Overall acara yang diadain BOLA itu terbilang sukses ada lomba yel seakan-akan mall berasa kayak stadion sepakbola, tebak-tepat sepak bola, mall race dan ITA berada di peringkat 11 dari 19 peserta komunitas. Not Bad lah… Buat kalian manusia terpilih (Geordie/Toon Army) yang sabar aja menerima nasib sebagai klub yang jarang mendapat slot tayangan langsung TV lokal. Akhirnya rombongan ITA meninggalkan venue Sport Race untuk berpindah nobar (vs West Ham) di salah satu kafe dalam Mall itu. Ditemani bir Erdinger big porsi serta beberapa potong kentang kita semua menyaksikan kekalahan NUFC yang ternyata berimbas hingga 3 pertandingan berikutnya (baca: 4 streak kekalahan beruntun).

Oiya ada yang kelupaan ternyata Fauzi Hadi nggak datang, tapi akhirnya ada Ferry Arlianto yang suka nge-bully orang, hahah.. Peuyeum juga akhirnya dimakan bersama-sama meskipun nggak habis dan juga saya sempat ketiduran waktu jaga stand (maklum mas bro baru aja perjalanan jauh). Dan terakhir dapat mug dari om Gele serta uang pengganti peuyeum, hehe.. thx for teman-teman ITA Jakarta. You’re the best and we are the loyallest supporters the world has ever had.

9 komentar

  1. lunar binasa ceritanya mas hha.. kalo dibayangin asik juga ya touring..
    berarti beruntung dong saya bisa ketemu mas agus pas bola sports race/nobar di jakarta kemaren, bisa foto bareng lagi hha.. perjalanan saya malah lebih jauh, dari medan hha!!

    sampe jumpa mas agus dan geordie2 lainnya!

  2. BANGGA… SALUT… SPEECHLESS HOWAY MAS AGUSS!! (y)

Geser ke Atas