
Newcastle yang sedang on form mencoba merengkuh kemenangan keempat beruntun saat melawan Swansea di Liberty Stadium dengan menurunkan formasi menyerang 4-3-3. Swansea sendiri terlihat berencana memainkan sepakbola possession mereka dengan menurunkan 4-5-1 yang bertujuan menguasai lini tengah.
Swansea (4-5-1): Vorm; Rangel, Williams, Caulker, Taylor; Dyer, Britton, Allen, Sigurdsson, Routledge; Moore.
Cadangan: Tremmel, Tate, Graham, Sinclair, Monk, McEachran, Gower.
Newcastle (4-3-3): Krul; Simpson, Williamson, Perch, Santon; Gutierrez, Cabaye, Tiote; Ben Arfa, Cisse, Ba.
Cadangan: Elliot, Abeid, Gosling, Ryan Taylor, Shola Ameobi, Ferguson, Tavernier.
Peluang pertama dalam pertandingan jatuh bagi Swansea melalui Sigurdsson dengan tendangan jarak dekat yang melebar pada menit ke-2. Beberapa menit kemudian, Swansea dikejutkan oleh peluang pertama Newcastle yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Cisse. Berawal dari operan pendek Jonas kearah Cabaye, yang kemudian melakukan umpan terobosan first time ke sela-sela dua bek Swansea, Cisse kemudian melakukan tendangan silang mendatar yang tidak dapat diselamatkan oleh Vorm.
Gol ini tidak membuat Swansea merubah gaya permainannya dengan passing-passing pendek yang mengutamakan posession. Sayangnya, walau memang Swansea berhasil mendominasi penguasaan bola, tetapi sebagian besar penguasaan bola tersebut justru berada di area mereka sendiri dan tidak membahayakan Newcastle. Newcastle sendiri sedikit merubah posisi dari trisulanya, Cisse bertukar posisi dengan Ba sebagai ujung tombak trisula. Babak pertama tidak terasa berlalu begitu saja dengan skor tetap 0-1 untuk keunggulan Newcastle.

Awal babak kedua, Raylor masuk untuk menggantikan Tiote yang nampaknya mengalami masalah pada hamstringnya, tetapi pola 4-3-3 tetap dipertahankan Pardew. Kehilangan Tiote nampak jelas mempengaruhi permainan Newcastle. Terlihat beberapa kali para pemain Swansea dengan mudah berhadapan langsung dengan para bek Newcastle yang kehilangan perlindungannya. Untungnya hari ini Williamson dan Perch tampil gemilang dan dapat saling melengkapi untuk menahan gempuran Swansea. Disamping beberapa percobaan tembakan jarak jauh dari Sigurdsson dan Allen, tidak ada bahaya berarti yang dihadapi oleh Krul.
Melihat Cisse yang bermain di kiri nampak lebih banyak bertahan dibandingkan menyerang dan Ba tidak dapat menahan bola sebagai ujung tombak, Pardew membuat keputusan untuk memasukkan Shane Ferguson untuk menggantikan Ba, dan mengembalikan Cisse ke posisi ujung tombak trisula seperti sediakala. Hal ini terbukti efektif karena mentalitas Ferguson yang rajin mundur membantu pertahanan dan juga menusuk langsung ke jantung pertahanan Swansea.
Pada menit ke-69, Newcastle menambah keunggulan menjadi 0-2 melalui sebuah gol brilian oleh Cisse. Cabaye yang mendapatkan bola dari Ben Arfa di tengah daerah Swansea, kemudian memberikan sebuah umpan terobosan brilian yang mencapai Cisse. Vorm dan Williams yang langsung menutup ruang tembak Cisse hanya bisa terpana ketika Cisse melakukan chip dengan sentuhan pertama yang bersarang di pojok atas gawang Swansea.

Cabaye yang bermain brilian pada hari ini kemudian digantikan oleh Gosling pada menit ke-74 untuk menyimpan tenaga. Swansea yang terkejut setelah kejebolan untuk kedua kalinya pun kehilangan semangat bertanding dan hanya dapat melakukan passing-passing di lapangan tengah tanpa mampu melakukan penetrasi berarti ke gawang Newcastle. Faktanya, sepanjang pertandingan, Swansea melakukan 914 operan, dan hanya 421 yang diarahkan ke depan. Sisanya 310 kebelakang, dan 183 kesamping. Dari 914 operan tersebut, hanya 215 diantaranya yang dilakukan di daerah Newcastle, jadi mungkin operan kearah depan yang dilakukan di daerah Newcastle hanya berkisar di angka 100 saja. Skor pun tetap bertahan 0-2 hingga akhir pertandingan untuk kemenangan Newcastle.
Berikut ini cuplikan pertandingan Swansea vs Newcastle:

You must log in to post a comment.