Kembali bermain di St James’ Park, Newcastle diharapkan dapat kembali mendulang tiga poin dari pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers yang saat ini sedang berjibaku di papan bawah agar tidak terdegradasi. Alan Pardew pun kembali menurunkan (arguably) starting XI terkuat yang dimiliki oleh Newcastle saat ini. Duet Cabaye-Tiote kembali bermain, dan Ryan Taylor pun menempati posisinya di sayap kanan setelah berhasil kembali dari cedera yang dialaminya saat melawan Aston Villa.
Newcastle (4-4-2): Krul; Simpson, Williamson, Coloccini, Santon; Raylor, Cabaye, Tiote, Gutierrez; Ba, Cisse.
Cadangan: Elliot, Ben Arfa, Ferguson, Obertan, Guthrie, Shola Ameobi, Perch.

Belum satu menit pertandingan berjalan, Kevin Doyle berhasil melewati barisan pertahanan Newcastle dan berhadapan satu lawan satu dengan Tim Krul. Beruntung tendangannya masih lemah dan Krul berhasil menangkap bola tendangan Doyle tersebut. Berselang beberapa menit pertandingan, tendangan backheel Demba Ba dapat diselamatkan dengan brilian oleh kiper Wolves, Wayne Hennesey. Bola muntah hasil penyelamatan Hennesey itu kemudian berhasil dioper oleh Papiss Cisse sampai ke kaki Tiote yang melakukan tendangan spekulasi jarak jauh sedikit diluar kotak penalti. Tendangan Tiote tersebut mengarah liar ke arah luar lapangan, tetapi Cisse dengan naluri pencetak gol nya berhasil meneruskannya ke arah gawang dan melewati Hennesey. Skor 1-0 untuk Newcastle.
Pada menit ke-17, Danny Simpson meluncurkan sebuah tendangan keras dari arah sayap kanan yang terlihat hampir pasti membuahkan gol. Sayangnya Hennesey berhasil terbang dan melakukan sebuah penyelamatan terbang yang brilian. Namun, satu menit kemudian Hennesey tidak dapat melindungi gawangnya dari serangan gencar Newcastle.
Setelah sebuah blunder dari barisan pertahanan Wolves, Jonas langsung dengan sigap mengambil bola yang liar dan kemudian meluncurkan sebuah tendangan kaki kanan sangat kencang dari luar kotak penalti yang tidak dapat diselamatkan oleh Hennesey. 2-0 untuk Newcastle dan pertandingan terasa akan berakhir dengan pembantaian Wolves. Sayangnya pertandingan tidak berakhir sampai di menit ke-18 saja.
Duet lini tengah Wolves, Henry dan Edwards terlihat sangat berniat untuk mencederai Tiote/Cabaye dengan serangkaian tekel keras yang menjurus kasar. Permainan ini terbukti berhasil membuat Tiote dan Cabaye kehilangan konsentrasi pada pertandingan karena emosi yang tidak dapat dikontrol. Meski demikian, Newcastle berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Baru lima menit berjalan setelah istirahat, Wolves berhasil membalas dengan satu gol cantik dari Matt Jarvis. Setelah melewati Simpson, Jarvis meluncurkan sebuah tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti yang tidak kalah bagusnya dengan gol Jonas di babak pertama. Tendangan ini pun tidak dapat diselamatkan Krul, dan setelah gol ini terlihat pemain Wolves mendapatkan suntikan kepercayaan diri dan mereka menjadi lebih percaya diri dalam menyerang Newcastle.
Di menit ke-65, Pardew melakukan pergantian ganda. Hatem Ben Arfa dan Danny Guthrie diturunkan menggantikan Papiss Cisse dan Ryan Taylor. Belum satu menit setelah pergantian ini terjadi, Newcastle dikejutkan dengan gol dari Kevin Doyle. Gol ini terjadi akibat gagalnya Williamson melakukan clearance dengan sempurna.
Setelah gol ini, pertandingan kemudian menjadi agak dikuasai oleh Wolves. Tiote dan HBA tidak terlihat terlibat dalam pertandingan, sedangkan Wolves terlihat cukup membahayakan terutama berkat tusukan-tusukan Doyle dan Kightly, yang baru dimasukkan menggantikan O’Hara di pertengahan babak kedua.
Tiote yang terlihat tidak dalam performa terbaiknya kemudian digantikan oleh Shola Ameobi pada menit ke-81, sebuah pergantian ofensif yang diharapkan Pardew dapat memenangkan pertandingan ini. Namun bukannya menguasai, malah Newcastle menjadi semakin tertekan, setelah kontribusi Shola malah membuahkan kartu kuning dan bukannya gol, dan keseimbangan tim juga terganggu setelah Newcastle menyisakan 3 orang pemain tengah melawan 5 orang pemain tengah Wolves.

Di detik-detik terakhir pertandingan, Hatem Ben Arfa memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan bagi Newcastle, sayangnya tendangan Hatem Ben Arfa dari luar kotak penalti belum dapat membuahkan gol bagi Newcastle. Tidak lama kemudian, peluit panjang tanda pertandingan berakhir pun berbunyi, dan terdengar teriakan “booo” dari pendukung Newcastle, entah ditujukan kepada wasit Peter Walton yang terlihat kurang baik dalam menangani permainan kasar dari Wolves, atau kepada tim Newcastle yang gagal menang setelah berhasil unggul dua gol di babak pertama.
Dengan raihan satu poin dari laga ini, Newcastle tetap berkutat di peringkat ke-6 sementara Liga Inggris, 3 poin dibawah peringkat ke-4 Arsenal, dan unggul 4 poin dari peringkat ke-7, Liverpool.
Howay The Lads!
-yds-

You must log in to post a comment.