
Mengetahui bahwa kemenangan atas Aston Villa akan membawa Newcastle untuk menyamai peringkat 4 saat ini, Chelsea – Alan Pardew menurunkan pemain-pemain terbaiknya demi memenangkan tiga poin berharga di St. James’ Park. Dengan kembalinya Demba Ba dan Papiss Cisse dari piala Afrika, Alan Pardew akhirnya dapat kembali memainkan formasi 4-4-2, formasi ideal bagi Newcastle.
Starting XI yang diturunkan oleh Pardew adalah: Krul; Simpson, Williamson, Coloccini, Santon; R Taylor, Guthrie, Perch, Gutierrez; Ba, Best, dengan penghuni bangku cadangan sebagai berikut: Elliot, Ferguson, Gosling, Obertan, Ben Arfa, Shola Ameobi, Papiss Cisse.
James Perch yang pada pertandingan sebelumnya bermain sangat baik di lapangan tengah, kali ini dipercaya Pardew untuk mulai bermain sejak menit awal. Demba Ba langsung dipercaya untuk menjadi starter, dan ada juga tempat bagi Raylor yang lebih dipercaya untuk menempati posisi sayap kanan dibandingkan dengan Hatem Ben Arfa.
Dari kubu Aston Villa, ada beberapa pemain ex-Newcastle yang dimainkan oleh manager Alex McLeish, antara lain Shay Given, Charles “Insomnia”, serta Stephen Ireland.
10 menit pertama pertandingan dimulai dengan cukup stagnan, dengan kedua kubu masih terlibat pertempuran sengit di lini tengah untuk memperebutkan possession bola. Di menit ke-11, Best mendapatkan kesempatan untuk melakukan shoot dari kotak penalti setelah passing bagus dari Guthrie, tetapi sayangnya tendangan Best dapat diblok oleh Stephen Warnock. Hadangan dari Warnock ini mengakibatkan Best terlihat tidak dapat meneruskan pertandingan setelah terlihat mengalami cedera kaki. Pembelian baru Newcastle, Papiss Cisse, atau lebih akrab disebut sebagai Papisto pun terpaksa masuk menggantikan Best jauh lebih cepat dari rencana semula.

Beberapa menit setelah Papisto masuk menggantikan Best, Raylor melakukan crossing dari sayap kanan yang berhasil disundul oleh Papisto dengan cukup expert kearah gawang, sayangnya Given masih dapat membaca sundulan tersebut. Setelah masuknya Papisto, Newcastle mulai mendominasi possession bola, dengan Guthrie sebagai orkestrator utama serangan Newcastle. Dibalik dominasi possession Newcastle, Villa berhasil melakukan beberapa kali counter-attack cepat dengan mengandalkan N’zogbia dan Bent, tetapi penempatan posisi dan reflek Krul dapat mengatasi serangan-serangan Villa ini.
Pada menit ke-30, Guthrie mengirimkan umpan lambung dari sayap kiri kearah Demba Ba, yang sundulannya langsung disambar oleh Raylor dengan gagah berani. Raylor pun terkena tackle keras dari Warnock dan bola memantul kearah Ba yang langsung memasukkan bola kegawang Villa dari jarak dekat tanpa dapat diselamatkan oleh Given. 1-0 untuk Newcastle.

Dibalik sujud syukur perayaan gol dari Ba, ternyata ada juga kesusahan yang harus dialami oleh Newcastle. Raylor terlihat mengalami cedera cukup parah sampai harus ditandu keluar lapangan sambil menggunakan tabung oksigen. Diapun menjadi korban kedua dari Warnock dan Aston Villa pada hari ini, dan terpaksa digantikan oleh Gabriel Obertan yang baru saja mencetak gol bagi Newcastle beberapa hari yang lalu.

Obertan yang baru masuk kemudian langsung mendapatkan cukup banyak suplai bola dari pemain-pemain Newcastle yang lain. Sayangnya kebiasaan buruk Obertan menggiring bola terlalu lama, ternyata masih ada – sehingga suplai bagi duo Demba pun sangat terbatas. Mendekati akhir babak pertama, Newcastle terlihat akan mengakhiri babak ini dengan keunggulan 1-0, sampai suatu momen dimana N’Zogbia berhasil mendapatkan kesempatan crossing melewati Colo dan Simpson, yang tidak disia-siakan oleh Robbie Keane dengan tendangan voli jarak dekat yang tidak mungkin dihentikan oleh Krul. Skor saat istirahat turun minum menjadi 1-1.
Memulai babak kedua dengan percaya diri, Newcastle kembali memonopoli penguasaan bola, sampai pada akhirnya pada menit ke-62, Guthrie memberikan crossing indah, yang sayangnya tidak dapat dikonversi menjadi gol oleh sundulan Papisto yang berdiri bebas tanpa pengawalan didepan gawang Villa. Di menit ke-66, sebuah pergantian penting dilakukan oleh Alex McLeish, manager Aston Villa, yang menggantikan N’Zogbia dengan Heskey – padahal N’Zogbia bisa dibilang satu-satunya pemain Villa yang pada pertandingan ini rajin membuat peluang bagi tim mereka.
Pada menit ke-71, akhirnya gol yang ditunggu-tunggu oleh Newcastle datang juga. Dribbling Jonas dari sisi kiri kemudian dilanjutkan dengan crossing kearah Papisto, yang menahan crossing tersebut dengan dada kemudian mengeksekusi sebuah tendangan kaki kiri yang tidak mungkin dapat diselamatkan oleh kiper manapun di dunia, termasuk legenda Newcastle, Shay Given, yang hanya dapat terbang dengan tanpa harapan, sambil melihat gawangnya terkoyak oleh tendangan maut Papisto. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Newcastle.

Di menit ke-80, Papisto kembali melakukan tendangan keras kearah gawang Villa, yang sayangnya masih dapat disentuh oleh Cuellar sehingga terpantul keluar lapangan. Setelah serangan ini, Villa terlihat mulai terpicu untuk bangkit dan melancarkan serangan gencar ke gawang Newcastle, yang berhasil menahan skor tetap di 2-1 berkat kombinasi antara penyelamatan Krul dan penyelesaian buruk dari pemain-pemain Villa.
Di menit terakhir, Shola pun dimasukkan untuk menggantikan Ba dengan tujuan untuk membuang-buang waktu. Tak lama kemudian, peluit panjang tanda pertandingan berakhir pun ditiup, dan berkat kemenangan ini, Newcastle dipastikan kembali ke posisi semula sebelum gameweek ini, yaitu, posisi kelima di English Premier League.
Howay The Lads!
-yds-

Agus
Ane paling suka dengan judulnya…
Dan Villa pun ter-Demba.
Pingback: Leon Best Absen Beberapa Minggu | Indonesian Toon Army
You must log in to post a comment.