Pada pertandingan babak keempat piala FA kali ini, Newcastle bertandang ke Amex Arena, kandang Brighton and Hove Albion yang saat ini berada di peringkat 10 di Championship Division.
Alan Pardew, yang sebelumnya telah berjanji akan menurunkan kekuatan penuh di pertandingan kali ini memainkan formasi 4-5-1 dengan susunan pemain sebagai berikut: Krul, Santon, Cabaye, Simpson, Williamson, Guthrie, Ben Arfa, Perch, Jonas, Best, dan Shola Ameobi (c), dengan Jonas bermain sebagai CM dan Best sebagai AML, dengan kapten Shola menjadi ujung tombak penyerangan kali ini. Di bangku cadangan terlihat ada Elliot, Lovenkrands, Gosling, Raylor, Obertan, Ferguson, dan Tamas Kadar.
Ketika babak pertama dimulai, Newcastle langsung tampil menggebrak dengan dua tembakan dari Best dalam 15 menit pertama. Sayang setelah ini tidak terjadi serangan berarti dari kedua klub, dengan Brighton terlihat puas dengan tendangan-tendangan spekulasi jarak jauh dengan arah yang kurang jelas. Menjelang akhir babak pertama, pemain Brighton terlihat mulai beringas dengan beberapa tackle yang berbahaya diarahkan kepada Cabaye dan HBA, yang untungnya tidak berhasil mencederai mereka. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan masih kacamata 0-0.

Newcastle kemudian mengawali babak kedua seperti mereka memulai babak pertama, dengan tembakan Best yang berhasil diblok kiper, dan kemudian rebound-nya ditembak oleh Guthrie, yang sayangnya masih tipis sedikit diatas mistar gawang. Satu menit kemudian, Shola sekilas meniru gocekan HBA dan melakukan tembakan keras kaki kiri yang masih dapat diatahan kiper Brighton. Setelah ini pertandingan berubah menjadi keras, dengan Brighton kembali menjadikan kaki Cabaye sebagai target dan bukannya gawang Krul.

Malapetaka pun terjadi di menit 76. Dengan serangan pertama yang berarti sepanjang pertandingan, Buckley dari garis tengah lapangan dengan sangat mudah melewati Simpson, kemudian menahan hadangan dari Cabaye dan melakukan shoot yang mengenai Williamson dan berbelok kearah gawang mengecoh Krul. Skor 1-0 untuk Brighton dan para pemain NUFC terlihat syok.
Di menit 84, Pardew melakukan triple substitution dengan memasukkan Raylor, Ferguson, dan Gosling untuk menggantikan HBA, Santon, dan Guthrie, yang semuanya terlihat kurang berkontribusi dalam pertandingan ini. Masuknya mereka membuat pemain-pemain Newcastle mendadak menyerang dengan bersemangat, terutama tusukan-tusukan Ferguson yang mengobrak-abrik pertahanan Brighton. Sayangnya gempuran di menit-menit akhir ini belum dapat membuahkan gol, dan Newcastle United tersingkir dari Piala FA.
Berkaca dari pertandingan ini, formasi 4-5-1 terlihat kurang efektif, Shola terlihat tidak cocok sebagai penyerang tunggal, Best tidak cocok sebagai AML, Jonas tidak nyaman di CM, dan Santon serta Simmo terlalu aktif menyerang sehingga sering terkena serangan balik. Perch diluar dugaan bermain baik, dan Willo kurang beruntung. Krul sendiri tidak dapat disalahkan atas gol yang terjadi. Ferguson layak diuji sebagai alternatif winger kiri.
Yah, setidaknya sekarang kita bisa konsentrasi di liga untuk mencapai zona Eropa.
Berikut ini terlampir link wawancara dengan Alan Pardew dan Shola Ameobi setelah pertandingan berakhir:
Brighton Reaction Snapshot.wmv
(yds)

Aryo Bimo Seno
Will Buckley luar biasa, boleh tuh di incer buat pelapis sayap.. larinya kenceng & masih muda..
Abram Pranata Ginting
lupain kekalahan.. paling gak, kita bisa liat shane ferguson mulai main lagi,t rus tamas kadar akhirnya nongol juga setelah lama gak keliatan
You must log in to post a comment.